Kamis, 21 Agustus 2014

ISIS, Bukan Organisasi Islam, Tetapi Organisasi Teroris



Baru-baru ini kita dibuat terperangah dengan gencarnya pemberitaan munculnya kelompok militan Islam garis keras yang berhasil merebut kota-kota besar di Iraq dalam waktu kurang dari satu bulan. Bukan semata-mata karena kecepatan dalam merebut kemenangan yang membuat mereka begitu menyedot perhatian dunia, tetapi aksi lanjutan berupa pembantaian warga sipil, pengusiran dan penyiksaan warga non muslim, serta serangkaian perang psikologis (psi-war) berupa eksekusi massal, dengan cara biadab, yakni menyembelih, menggantung dan menembak secara membabi buta, yang mereka publikasikan melalui situs Youtube, sehingga dapat diakses oleh seluruh penduduk dunia. Mereka juga dengan brutal merobohkan masjid-masjid sunny, bahkan mengumumkan akan menghancurkan tempat suci dunia, Baytullah Ka’bah.
Kelompok yang menamakan dirinya Daulah al-Islamiyyah fil Iraq wasy-Syam, atau dalam bahasa Inggris dikenal dengan Islamic State of Iraq and Syam (ISIS), dengan cepat menarik simpati dari negara-negara lain, dan dalam waktu kurang dari satu minggu usai menguasai kota Mossul Iraq, mereka telah mendapatkan dukungan dari berbagai kelompok ekstrimis Islam garis keras, termasuk dari Indonesia.
Siapakah ISIS itu?
Dalam Istilah arab, ISIS disebut Daulah al-Islamiyyah fil Iraq wasy-Syam, dan dalam bahasa Inggris dikenal dengan Islamic State of Iraq and Syam (ISIS). Kedua-duanya mempunyai arti Negara Islam Iraq dan Syam. Kelompok ini didirikan oleh Abu Musab Al-Zarqowi pasca runtuhnya Rezim Saddam Husein di Iraq. Abu Musab Al-Zarqawi berkelahiran Yordania dari Islam Suni Salafiyah (Salafi, Wahabi). Ia juga merupakan anak buah Osamah Bin Laden ketika sama-sama menjadi milisi di Pakistan.
Pertama kali kelompok ini diberi nama Jama'at At-Tauhid wal Jihad (JTJ). Kemudian tahun 2004 berubah menjadi Al-Qaeda Iraq (AQI). Setelah Abu Musab Al-Zarqowi meninggal dunia kepemimpinan digantikan oleh Abu Omar Al-Baghdadi, dan sekarang dipimpin oleh Abu Bakar Al-Baghdadi. Kemudian ia bergerak ke Suriah dan namanya berubah menjadi ISIS atau Daulahal-Islamiyah fil Iraq wasy-Syam.
Misinya utamanya adalah menguasai setiap negara dan member-lakukan hukum Islam di seluruh dunia. Mereka juga tidak segan-segan membunuh sesama muslim yang tidak sefaham dengannya, baik Syi'ah atau Sunni. Menghancurkan masjid, makam para Nabi dan para wali. Aksi mereka yang paling gempar adalah menghancurkan makam Nabi Yunus, beserta masjid yang telah ribuan tahun berdiri kokoh di atasnya. Mereka juga tidak segan-segan menangkap dan membunuh para Imam masjid serta ulama yang tidak mendukung gerakan mereka.
Abu Bakar Al-Baghdadi mengklaim dirinya sebagai pemimpin seluruh umat Islam di dunia (khalifah), dan menyerukan kepada seluruh umat Islam di dunia untuk berjanji setia (baiat) pada kepemimpinannya, serta menjadikan khilafah sebagai landasan pemerintahan semua Negara di dunia.

ISIS masuk Indonesia
ISIS masuk ke Indonesia pada awal Ramadhan 1435 H, dimulai dengan deklarasi dukungan, pembaiatan dan perekrutan anggota di Gedung Syahida Inn Kampus Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah, Ciputat Kota Tangerang Selatan pada 6 Juli 2014, berlanjut baiat di Masjid Baitul Makmur, Solo Baru yang dipimpin oleh Ustadz Afif Abdul Majid di hadapan perwakilan ISIS Indonsia, DR. Amir Mahmud, yang juga merupakan Dosen Paskasarjana UMS dan juga Dosen Paskasarjana UNU Surakarta pada 15 Juli 2014, dan berlanjut dengan baiat di Masjid Jami Sulaiman Al-Hunaishil di Gang Makam, Dusun Sempu, Desa Gadingkulon, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang, Jawa Timur pada 20 Juli 2014.
            Dukungan terhadap ISIS dari Indonesia kian meluas, menyebar ke Cianjur yang dipelopori Ormas Gerakan  Reformis Islam (GARIS), Madura yang dipelopori oleh Islamic State of Indonesia (ISID), bahkan pimpinan Jamiyyah Anshorut Tauhid (JAT) Indonesia, Ustadz Abu Bakar Ba'asyir dari dalam penjara Nusakambangan turut memberikan dukungan kesetiaan, dan mengintruksikan semua pengikutnya bergabung dengan ISIS.
ISIS terus melakukan rekrutmen dengan cara tertutup ataupun terbuka. Perekrutan tertutup dilakukan dengan sistim sel, yakni melalui jaringan kelompok mereka dan tidak diumumkan secara terbuka, sedangkan rekruitmen anggota dan pendukung secara terbuka dilakukan melalui seremoni pembaiatan di depan jaringan ISIS yang ada di Indonesia. Ditengarai, ISIS telah merekrut anggota di Kabupaten Cilacap.
Menurut keterangan yang berhasil dihimpun Tim PCNU Cilacap, para pendukung ISIS akan berangkat ke Iraq dan Suriyah melalui berbagai cara, baik legal maupun illegal, dan bukan tidak mungkin, keberangkatan tersebut dengan dalih umrah, menjadi TKI, atau turis biasa, dan kemudian di Negara tujuan dipandu oleh jaringan ISIS menuju Negara yang dituju.
Kemunculan ISIS dan Fitnah Bendera Hitam
Bendera yang dikibarkan berwarna hitam bertuliskan kalimat syahadat. Sedangkan di Indonesia selain ada kalimat syahadat, juga bertuliskan "Panji Hitam Dari Timur". Hal ini karena mereka meyakini bahwa organisasi ini pernah disabdakan Nabi Muhammad s.a.w;
إِذَا رَأَيْتُمُ الرَّايَاتِ السُّوْدِ قَدْ جَاءَتْ مِنْ قِبَلِ خُرَاسَانَ فَأْتُوْهَا فَاِنَّ فِيْهَا خَلِيْفَةَ اللهِ الْمَهْدِيَّ
Jika kalian melihat bendera hitam telah datang dari arah Khurasan, maka datangilah. Sebab di sana ada khalifah Allah, yakni (Imam) al-Mahdi.” (HR. Ahmad dan al-Hakim dari Tsauban Ra.).
Tapi banyak ulama, termasuk para mufti Mesir menganulir pedoman hadits di atas, sebab munculnya bendera hitam tidak hanya sekali, sebagaimana dikutip dari Ibnu Katsir:
ثُمَّ تَطْلُع الرَّايَات السُّود: قَالَ اِبْنُ كَثِيرٍ هَذِهِ الرَّايَاتُ السُّوْدُ لَيْسَتْ هِيَ الَّتِي أَقْبَلَ بِهَا أَبُو مُسْلِمٍ الْخُرَاسَانِيّ فَاسْتَلَبَ بِهَا دَوْلَةَ بَنِي أُمَيَّة بَلْ رَايَاتٌ سُوْدٌ أُخَرُ تَأْتِي صُحْبَةَ الْمَهْدِيّ
 “Kemudian muncul bendera hitam. Ibnu Katsir berkata: “Bendera hitam ini bukanlah bendera yang dibawa oleh Abu Muslim al-Khurasani yang kemudian mengganti dinasti Bani Umayyah. Namun bendera hitam yang lain, yang akan datang mengiringi kedatangan al-Mahdi.” (Hasyiyah as-Sindi juz 7 halaman 446).
Dari perkataan Ibnu Katsir tersebut, yang dimaksud bendera hitam adalah bendera yg muncul bersamaan dengan munculnya Imam al-Mahdi. Bahkan munculnya ISIS lebih identik dengan peringatan Sayyidina Ali, yang justru agar kita menjauhinya:
عَنْ عَلِيٍّ قَالَ : إِذَا رَأَيْتُمُ الرَّايَاتِ السُّوْدَ فَالْزَمُوْا الْاَرْضَ وَلَا تُحَرِّكُوْا أَيْدِيَكُمْ وَلَا أَرْجُلَكُمْ ! ثُمَّ يَظْهَرُ قَوْمٌ ضُعَفَاءُ لَا يُؤْبَهُ لَهُمْ ، قُلُوْبُهُمْ كَزُبُرِ الْحَدِيْدِ ، هُمْ أَصْحَابُ الدَّوْلَةِ ، لَا يَفُوْنَ بِعَهْدٍ وَلَا مِيْثَاقٍ ، يَدْعُوْنَ إِلَى الْحَقِّ وَلَيْسُوْا مِنْ أَهْلِهِ ، أَسْمَاؤُهُمُ الْكُنَى وَنِسْبَتُهُمُ الْقُرَى ، وَشُعُوْرُهُمْ مِرْخَاةٌ كَشُعُوْرِ النِّسَاءِ حَتَّى يَخْتَلِفُوْا فِيْهَا بَيْنَهُمْ ثُمَّ يُؤْتِي اللهُ الْحَقَّ مَنْ يَشَاءُ
Jika kalian melihat bendera hitam, maka bertahanlah di bumi. Jangan gerakkan tangan dan kaki kalian. Kemudian akan muncul kaum lemah. Hati mereka seperti potongan besi. Mereka (mengaku) pemegang kekuasaan. Mereka tidak menepati janji. Mereka mengajak kepada haq namun mereka bukan orang yang benar. Nama mereka menggunakan kunyah (seperti Abu) dan nisbat mereka menggunakan nama daerah (seperti al-Baghdadi). Rambut mereka terurai seperti wanita, hingga mereka berselisih di antara mereka. Kemudian Allah mendatangkan kebenaran kepada yang dikehendakiNya.” (HR. Abu Nuaim dalam Kanz al-Ummal juz 11 hal. 283).
Rencana Menghancurkan Ka’bah
Setelah berhasil menguasai Iraq, dan mengokohkan dirinya sebagai kelompok militan Islam paling kuat di dunia, ISIS menebarkan ancaman untuk menguasai Saudi Arabia dan berencana menghancurkan Ka’bah. Hal itu dapat dilihat dalam pernyataan Abu Turab Al Mugaddasi, anggota senior ISIS, sebagaimana dimuat Khama Press,  yang menegaskan melalui akun Twitter-nya; "Jika Allah menghendaki, kami akan membunuh mereka yang menyembah batu di Mekah dan menghancurkan Kabah. Orang-orang pergi ke Mekah untuk menyentuh batu, bukan untuk Allah".
ISIS Bukan Gerakan Islam, Tapi Gerakan teroris
Melihat skema, model dan po;a gerakan ISIS, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa gerakan ISIS bukan dalam rangka memperjuangkan Islam yang rahmatan lil’alamin, tetapi sesungguhnya adalah gerakan terorisme  yang menggunakan kedok agama, sehingga harus kita jadikan sebagai musuh bersama, dalam rangka mewujudkan Islam sebagai Agama Damai.
Cilacap, 09 Agustus 2014
Moh. Taufick Hidayattulloh

1 komentar:

  1. Woori Casino Login - Play on Mobile or Desktop
    The Woori Casino App will be available at jancasino.com Woori Casino on a mobile or desktop basis. 출장안마 To play https://octcasino.com/ on our mobile 메이피로출장마사지 or desktop, you can also play with 출장마사지 your desktop browser,

    BalasHapus