Rabu, 16 Februari 2011 12:49:50 - oleh : ansor
HUMAS CILACAP - Kasus kekerasan yang berbau SARA seperti halnya di Temanggung beberapa waktu lalu menjadi kewaspadaan warga Kab. Cilacap. Warga di pesisir selatan berharap tidak merambah ke daerah mereka. Karena itulah, para tokoh agama, LSM, tokoh pemuda, dan mahasiswa bersama Muspida Cilacap berkumpul di rumah dinas Bupati Cilacap, Rabu (16/2). Forum pertemuan yang difasilitasi FKUB (Forum Kerukunan Antar Umat Beragama) Kabupaten Cilacap berjalan cukup baik. Banyak masukan dari para tokoh agar anatara pemerintah dan masyarakat bersatu padu untuk membentengi kemungkinan yang bisa muncul seperti di temanggung.Wakil Bupati Cilacap H. Tatto Suwarto Pamuji mengaku, dalam pencegahan ini tentu pemerintah tidak bisa bekerja sendirian tanpa bantuan masyarakat. "Keterlibatan masyarakat dalam hal ini sangat penting diperlukan," ujarnya. Hal yang sama juga disampaikan oleh Dandim 0703, Kapolres, kajari, dan Ketua Pengadilan negeri Cilacap, serta Ketua DPRD Cilacap yang hadir dalam pertemuan itu.
H. Sadikin, salah satu tokoh LSM berpendapat, perlu dicari akar masalah bukan penyebabnya saja. "Selama ini kita hanya fokus pada nakibatnya, tapi tidak pada akar masalahnya," ujarnya. Sementara itu Munir Nur Said, salah satu tokoh muda Cilacap menilai bahwa persoalan kerusuhan berbau SARA bukan semata-mata kebetulan, oleh karena itu kita harus hati-hati agar tidak terpancing.
Menurut Ketua FKUB Cilacap taufik Hidayatula rencananya forum silaturahmi antar umat beragama dan tokoh masyarakat akan dijadikan agenda rutin agar antara lelemen bisa intens berdialog. (abe)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar